MY Digital Portofolio DAY 2 (Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi, Berbudaya dan Beretika dalam Kehidupan Kampus, Serta Berkarakter Anti-Plagiarisme di Era Digital)
Generasi muda, khususnya mahasiswa, memiliki peran penting sebagai agen perubahan bangsa. Salah satu wujud nyata peran tersebut adalah dengan menanamkan sikap berintegritas dan menolak segala bentuk korupsi. Korupsi tidak hanya merugikan negara secara materi, tetapi juga merusak moral, kepercayaan, dan masa depan bangsa. Mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan dituntut untuk memiliki kesadaran tinggi bahwa integritas adalah kunci keberhasilan. Integritas berarti jujur, bertanggung jawab, dan konsisten antara ucapan serta tindakan. Dengan berintegritas, mahasiswa dapat menjadi teladan dalam kehidupan akademik maupun sosial, sekaligus bagian dari gerakan antikorupsi yang dimulai dari hal kecil seperti tidak mencontek, tidak melakukan pungli, hingga berani bersuara terhadap ketidakadilan.
Selain itu, mahasiswa juga harus memahami dan menerapkan nilai budaya, etika, tata krama, serta norma kehidupan kampus. Kehidupan kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter. Mahasiswa dituntut untuk menjaga sikap, menghargai dosen, menghormati sesama, serta menampilkan perilaku yang sopan baik di dalam maupun di luar kampus. Salah satu tantangan besar saat ini adalah penggunaan media sosial. Media sosial bagaikan pisau bermata dua: jika digunakan dengan bijak dapat menjadi sarana belajar, berkarya, membangun personal branding, serta menyebarkan informasi positif. Namun, jika disalahgunakan bisa memicu hoaks, provokasi, perundungan, dan merusak reputasi. Oleh karena itu, mahasiswa harus bijak dan terampil dalam bermedia sosial, selalu menyaring sebelum membagikan informasi, melindungi data pribadi, serta meninggalkan jejak digital yang baik.
Selain integritas dan etika, mahasiswa juga dituntut untuk menjunjung tinggi kejujuran akademik, salah satunya dengan menghindari plagiarisme. Plagiarisme adalah penggunaan karya orang lain tanpa izin, tanpa mencantumkan sumber, atau mengakuinya sebagai milik sendiri. Tindakan ini sama saja dengan mencuri hak cipta dan merendahkan nilai akademik. Banyak mahasiswa yang melakukan plagiarisme karena ketidaktahuan, malas berpikir, atau sekadar mengejar nilai. Padahal, teknologi seperti Turnitin mampu mendeteksi plagiarisme dengan cepat. Untuk itu, UNUSA berkomitmen mencegah plagiarisme dengan melakukan pengecekan keaslian karya ilmiah, memberikan edukasi sejak dini, serta menanamkan pentingnya orisinalitas. Mahasiswa diharapkan dapat menghargai karya orang lain, menjaga integritas, dan selalu mengutamakan kejujuran dalam setiap tugas maupun penelitian.
Dengan menanamkan nilai antikorupsi, menjaga etika kehidupan kampus, bijak dalam bermedia sosial, serta menghindari plagiarisme, mahasiswa akan terbentuk menjadi pribadi yang berkarakter kuat, berintegritas, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang membawa perubahan positif.
Link Blogger Teman : https://blogayun44.blogspot.com/2025/09/2-portopolio-day-2-perguruan-generasi.html
Link Sosial Media Unusa : https://www.instagram.com/unusa_official?igsh=OHhmaTliZWd4ZXh0
